Fabulous Followers

Ahad, 12 Oktober 2008

Tomboy

Wanita Tomboy (Wanita yang menyerupai laki-laki)Di Zaman kita sekarang telah muncul sekelompok wanita yang menyimpang dari fitrah Allah, padahal Allah telah menciptakan manusia di atas fitrah itu. Mereka menunjukkan sifat yang tidak sesuai dengan tabiat kewanitaan mereka, padahal Allah telah menjadikan tabiat tersebut untuk membezakan dengan tabiat lelaki. Mereka menyangka bahawa mereka boleh berubah menjadi lelaki. Akibatnya sekelompok wanita tersebut banyak menemui kesulitan dan kesempitan, mereka mengalami problem fizikal dan psiko, menjadi wanita-wanita yang tersisihkan yang dibenci sekaligus menjadi pelampiasan kemarahan suami dan anak-anak mereka. Disamping itu ada ancaman yang amat keras lagi bagi para wanita yang meyimpang dari fitrah dan kudrat kewanitaan mereka serta menyerupai lelaki dalam hal berpakaian, penampilan, akhlak dan tindakan.
Dalam sebuah hadits sahih dari ibnu Abbas Radhiallaahu anhu dia berkata: "Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam telah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang berpenampilan seperti laki-laki (HR. Al-Bukhari). Laknat ertinya terusir dan dijauhkan dari rahmat Allah Hadith lain yang juga diterima dan Ibnu Abbas ra dia berkata: "Nabi Sallallaahu alaihi wa Sallam telah melaknat kaum lelaki yang berpenampilan seperti wanita dan wanita yang berpenampilan lelaki," (HR. Al-Bukhari) wanita yang berpenampilan seperti lelaki ertinya yang meniru-niru lelaki dalam berpakaian dan penampilan. Adapun meniru dalam hal ilmu dan pemikiran maka hal itu terpuji.
Daripada Salim Bin Abdullah dari bapanya, dia berkata: "Telah bersabda Rasulullah Sallallaahu alaihi wa Sallam : "Ada tiga golongan manusia yang tidak akan dipandang oleh Allah Azza Wajalla pada hari kiamat: Orang yang durhaka kepada orang tua, wanita yang menyerupai lelaki, dan Dayus (orang yang tidak punya rasa cemburu Pent.)" (HR. An-Nasai) Beberapa bentuk penyerupaan wanita terhadap lelaki Banyak sekali bentuk penyerupaan wanita terhadap lelaki.
Masalah ini tidaklah terbatas hanya dalam hal pakaian saja tetapi mencakup lebih dari itu, diantara bentuk (penyerupaan) terhadap lelaki yang sering dilakukan oleh para wanita adalah:1.Menyerupai lelaki dalam hal berpakaian berupa memakai pakaian yang menyerupai pakaian laki-laki dan memakai celana panjang yang pada asalnya merupakan pakaian laki-laki dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu bahwa Rasul Shallallaahu alaihi wa Sallam melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki pernah ditanyakan kepada Aisyah Radhiallaahu anha bahwa ada seorang wanita yang memakai sandal (model laki-laki-pent), maka berkatalah Aisyah: "Rasul Sallallaahu alaihi wa Sallam melaknat wanita yang meniru-niru laki-laki." (HR. Abu Dawud).2.Tidak berpegang teguh terhadap Hijab (pakaian wanita muslimah) yang disyariatkan. Imam Adz-Dzahabi berkata: "Diantara perbuatan yang menyebabkan terlaknatnya wanita adalah menampakkan perhiasan, emas dan berlian di balik cadar (hijab) dan memakai wangi-wangian ketika keluar atau memakai pakaian yang menjolok mata ... Semua itu termasuk tabarruj yang dimurkai Allah dan dimurkai pula orang yang melakukannya di dunia dan akhirat."3.Banyak keluar rumah tanpa ada keperluan baik bersama sopir pribadi, naik kendaraan umum atau menyetir sendiri seperti yang banyak terjadi dibeberapa negara atau berjalan kaki sekalipun jaraknya jauh.4.Berdesak-desakan dengan lelaki dan bercampur baur dengan mereka di pasar-pasar dan di tempat-tempat umum, bahkan sebahagian mereka tidak merasa malu untuk memasuki di barisan lelaki ketika menunggu, masuk dan duduk diantara lelaki khususnya di lapangan bisnes.5.Meninggikan suara dalam berbicara dengan lelaki dengan suara yang keras sehingga terdengar dari kejauhan. Padahal tabiat seorang wanita biasanya berbicara rendah nadanya dan menghindari berbicara dengan lelaki asing. 6.Meniru kebiasaan lelaki dalam hal berjalan dan beraktiviti, berupa berjalan di pasar-pasar atau jalanan seperti berjalannya lelaki dengan gagah menyerupai gerakan lelaki yang menampakkan kegagahan dan kejantanan. 7.Kasar dalam bermuamalah dan berakhlak dengan keluarga dan kerabatnya, tidak lembut, galak, keras kepala dan tidak menghargai orang lain, sifat-sifat ini tercela bagi lelaki maka bagaimana bagi wanita?8.Tidak memakai perhiasan yang khusus bagi wanita seperti pacar, celak mata, dan yang lainnya sehingga menjadi seperti lelaki dalam bentuk dan penampilan. Aisyah Radhiallaahu anhu berkata: Ada seorang wanita menghulurkan sebuah buku dengan tangannya dari balik hijab kepada Rasulullah Sallallaahu alaihi wa Sallam, beliaupun mengambilnya lalu berkata: "Aku tidak tahu apakah ini tangan lelaki atau pun tangah wanita?" Aisyah menjawab: "Tangan wanita." Beliau berkata lagi: "Kalau engkau wanita maka engkau harus merubah kuku-kukumu," maksudnya dengan pacar." (HR. Abu Dawud)9.Menyerupai lelaki dalam berpenampilan berupa memotong rambut seperti potongan rambut lelaki, memanjangkan kuku, posisi ketika berdiri atau duduk dan sebagainya. 10.Melepaskan diri dari pengawasan suami atau wali. Dia tidak mahu menerima kalau dirinya berada di bawah pengaturan suami atau wali dia menginginkan kebebasan bertindak secara mutlak tanpa izin atau pengawasan lelaki yang memang bertanggungjawab atas dirinya. 11.Bersiar tanpa mahram dengan berbagai alat transportasi dan yang paling masyur adalah kapal terbang. Dia sendirilah yang membeli tiket, pergi ke bandar, dan pemergian tanpa mahram yang menyertainya dan melindunginya dari orang-orang fasik. Perbuatannya itu telah menyimpang dari dinnya (agamanya) dan tabiatnya. Rasul Sallallaahu alaihi wa Sallam telah bersabda:"Janganlah seorang wanita keluar (safar) kecuali dengan mahramnya." (muttafaq 'alaih)12.Sedikitnya rasa malu, seorang wanita tomboy telah tercabut rasa malu dari keperibadian dan akhlaknya, ia tak ubahnya seperti pohon bugil tak berkulit.
Berbicara tentang segala hal, berjumpa dengan setiap orang pergi ke berbagai tempat tanpa rasa malu dan akhlak, sebagai mana sabda Rasul Sallallaahu alaihi wa Sallam dalam sebuah hadits yang shahih: "Sesungguhnya diantara hal yang telah diketahui manusia dari ucapan para nabi yang dulu adalah: Kalau kamu tidak merasa malu maka bertindaklah semahumu." Inilah beberapa bentuk penyerupaan wanita terhadap lelaki yang keburukannya begitu nyata dikalangan para wanita, dan hal ini amat patut disesalkan. Dari penjelasan di atas boleh kita tarik kesimpulan yang menyeluruh tentang definisi wanita tomboy iaitu: wanita yang menyerupai lelaki dalam hal berpakaian, penampilan, berjalan, berbicara, meninggikan suara, beraktiviti dan bercampur baur. Atau secara ringkasnya bahawa seorang wanita dikatakan tomboy kalau dia meniru seperti lelakii (padahal yang dia tiru adalah merupakan ciri laki-laki yang bertentangan dengan kudrat kewanitaannya-pent).
Beberapa sebab seorang wanita menjadi tomboy;1.Ada beberapa penyebab yang mendorong seorang wanita menjadi tomboy yang secara umum diantaranya adalah sebagai berikut: Kurangnya iman dan sedikitnya rasa takut kepada Allah, kerana terjerumusnya seseorang kepada maksiat baik dosa kecil ataupun dosa besar merupakan akibat dari kurangnya iman dan lemahnya perasaan merasa diawasi oleh Allah Azza wa Jalla. 2.Pendidikan yang rendah, peribahasa mengatakan bahawa seseorang adalah anak bagi lingkungannya. Bila lingkungan tempat dia hidup merupakan lingkungan yang soleh, maka diapun akan soleh, kalau lingkungannya kotor maka diapun akan seperti itu. Seorang anak wanita yang hidup dirumah yang semrawut yang kosong dari pendidikan yang baik pada umumnya akan mengheret dia kepada berbagai penyimpangan. 3.Pengaruh media masa dengan berbagai bentuk dan jenisnya, baik tontonan, yang di dengar, ataupun bacaan. Di dalamnya berkembang dan tersebar pemikiran-pemikiran sesat dan penyimpangan yang akan menyesatkan para wanita dan mendorong mereka untuk melanggar norma agama dan prinsip-prinsip kebenaran. 4.Taklid buta, dia berpakaian dan berprilaku tanpa memahami dan mengetahui apa yang dia lakukan, juga tidak memikirkan manfaat dan mudarat-nya. Dia hanya sekadar ikutan kepada apa yang ada di sekitar dirinya, dari kawan-kawannnya dan dari para seniwati (artis atau bintang), sekalipun hal itu bertentangan tabiat kewanitaannya. 5.Kawan bergaul yang rendah budi bicaranya, di antara hal yang tidak diragukan lagi adalah kawan bergaul yang mempunyai pengaruh besar dalam peribadi seseorang baik positif ataupun negatif. Sebagaimana sabda nabi Muhammad Sallallaahu alaihi wa Sallam : "Perumpamaan kawan bergaul yang soleh dengan kawan bergaul yang tidak baik seperti orang yang menjual minyak wangi dengan peniup pande besi (kiir). Panjual minyak wangi mungkin dia akan memberikan kepadamu atau kamu membeli darinya, atau kamu bisa mencium harumnya. Adapun peniup pande besi mungkin dia bisa membakar pakaianmu atau kamu mencium bau busuk darinya." (Muttafaq 'alaih). 6.Kurang percaya diri dan upaya menarik perhatian, sebahagian wanita ada yang merasa kurang percaya diri dan berupaya menutup kekurangan itu dengan cara yang justeru menyeret mereka kepada keburukan iaitu menyerupai lelaki dalam berperilaku, penampilan, pakaian dan sebagainya. Contoh yang buruk, contoh (figure) merupakan unsur pendidikan yang terpenting. Kadang-kadang seorang ibu berperilaku menyerupai lelaki lalu di contoh oleh anak perempuannya. Umumnya para anak wanita memiliki keperibadian kerana mencontohi ibu-ibu mereka. Maka seorang ibu yang tidak menghargai dan tidak menghormati ayah, pada umumnya anak wanitanya pun bertabiat seperti itu iaitu tidak menghargai suami mereka. Dan seorang ibu yang kasar nada bicaranya dan selalu keras dalam bersuara maka anak wanita-nya pun akan mewarisi sifat ini pula. Tidak adanya rasa cemburu dari suami atau walinya, sehingga tidak mencegah dia dari penyimpangan dalam masalah hijab dan pakaian dan tidak melarangnya dari perilaku yang tidak layak. Demikian diantara sebab-sebab terpenting yang dapat menjerumuskan wanita ke dalam sikap meniru kaum laki-laki. Semoga Allah menjaga kita dari segala perbuatan yang menyelisihi syari'atNya serta membimbing kita semua agar tetap diatas fitrah yang diredhaiNya. Dari Nasyrah Darul Wathan, "Al-Mustarjilah, al-mar'ah al-musyabbihah bir rijal", Hamud bin Ibrahim As-Sulaim (Abu Haidar)

0 comments: